Sunday, May 10, 2009

Pesona Jiwa Ulama Sejati

Imam Hasan Al-Bashri adalah seorang ulama tabi'in terkemuka di kota Basrah, Iraq. Beliau dikenal sebagai ulama yang berjiwa besar dan mengamalkan apa yang beliau ajarkan. Beliau juga ulama yang dekat engan rakyat kecil.

Imam Hasan Al-Basri memiliki seorang tetangga nasrani. Tetangganya itu memiliki bilik air untuk buang air kecil di loteng di atas rumahnya. Atap rumah keduanya bersambung menjadi satu. Air kencing dari kamar kecil tetangganya itu merembes dan menitis ke dalam kamar Imam Hasan Al-Basri. Namun beliau sabar dan tidak menjadikan hal itu suatu permasalahan sama sekali. Beliau menyuruh isterinya meletakkan wadah untuk menadahi titisan air kencing itu agar tidak mengalir ke mana-mana.

Selama dua puluh tahun hal itu berterusan dan Imam Hasan Al-Basri tidak menceritakan atau memberitahukan hal itu pada tetangganya sama sekali. Dia ingin benar-benar mengamalkan sabda Rasulullah S.A.W :

"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka muliakanlah tetangganya".

Suatu hari Imam Al-Basri sakit. Tetangganya yang nasrani itu datang ke rumahnya menziarahinya. Ia merasa aneh melihat ada air menitis dari atas di dalam kamar sang Imam. Ia melihat dengan teliti titisan air yang terkumpul di dalam wadah. Ternyata air kencing. Tetangganya itu terus mengerti bahawa air kencing itu merembes dari kamar kecilnya yang ia buat di atas loteng rumahnya. Dan yang membuatnya bertambah hairan kenapa Imam Hassan Al-Basri tidak memberitahu kepadanya.

"Imam, sejak bila Engkau bersabar atas titisan air kencing kami ini?", tanya si tetangga.

Imam Hassan Al-Basri diam tidak menjawab. Beliau tidak mahu membuat tetangganya rasa tidak enak. Namun...

"Imam, katakanlah dengan jujur sejak bila Enkau bersabar atas titisan air kencing kami. Jika tidak kau katakan maka kami tidak akan merasa senang." Desak tetangganya.

"Sejak dua puluh tahun yang lalu." Jawab Imam Hasan Al-Basri dengan suara yang parau.

"Kenapa kau tidak memberitahuku?"

"Nabi kami mengajarkan untuk memuliakan tetangga, beliau bersabda : Siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka muliakanlah tetangganya!"


Seketika itu si tetangga terus mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia dan seluruh keluarganya masuk Islam.

(DI ATAS SEJADAH CINTA oleh Habiburrahman El-Shirazy, Novelis Sarjana Al-Azhar University Cairo---Kisah-kisah Teladan Islami Meneguhkan Iman, Mententeramkan Jiwa)

About The Author
Michi, that's my nickname. Im just an ordinary blogger. Searching for Mardhatillah. I'm hoping something. For those who knew me already, they will know what I looking for. Pray for my strenght and my success. I want to fly without wings... And I really what I think... (^_^) LuKLuK BaiDoa
Share This
Subscribe Here

0 comments:

 

Challenge Me!

Promote This Blog

Visitors

...::Lukluk Baidoa::..