Saturday, August 15, 2009

Sorotan Sepintas Tentang Sejarah Takhrij Al-Hadis

Dulu ulama dan peminat hadith belum memerlukan pengetahuan hadits, kaedah dan asal-usul yang kini disebut “asal-usul takhrij”; sebab tela’ah mereka terhadap sumber-sumber sunnah sangat luas. Kontak mereka dengan sumber-sumber asli hadits amat kuat. Ketika mereka memerlukan kesaksian (penguatan) suatu hadits segera mungkin mereka ingat letaknya pada kitab-kitab sunnah, bahkan mereka hafal jilidnya. Kerana itu mudah bagi mereka memanfaatkan dan merujuk kepadanya untuk mentakhrij hadits.

Hal demikian berlangsung beberapa abad sampai terbatasnya waktu bagi banyak sumber ulma dan peminat hadits untuk menelaah kitab-kitab sunnah dan sumber-sumbernya yang asli ; ketika itulah mereka mengalamai kesulitan mengetrhaui letak hadits yang dijadikan penguat oleh para penyusun kitab ilmu-ilmu syar’I dan ilmu-ilmu lainnya. Seperti fiqh, tafsir dan sejarah. Lalu sebahagian ulama (hadits) bangkit dan saling bahu-membahu. Mereka mentakhrij hadits-hadits yang ada pada sebahagian kitab bukan hadits dan mengacu hadits-hadits tersebut ke sumbernya dari kitab-kitab sunnah yang asli dan mereka menyebut metod-metodnya, Mereka mengatakan sebahgaian kitab tersebut atau seluruhnya sahih dan dhoif berdasarkan ketentuan yang berlaku. Lalu muncullah apa yang disebut “Kitab-kitab Takhrij”.

Dalam pengetahuan penulis (Dr. Mahmud Al-Thohhan, guru besar hadiths yang dibantuJami’ah Islamiyah Imam Muhammad bin Su’uid, Fakulti Usuluddin), kitab pertama jenis ini adalah kitab-kitab yang hadis-hadisnya ditakhrij oleh Khotib al-Baghdadi (463 H). Yang paling terkenal adalah “Takhrij Al-Fawaid al-Muntakhobah As-Shihah wa al Ghoroib”, karangan Syarif Abi Qosim al-Maharwany. Keduanya masih berbentuk manuskrip. Kitab “Takhrij Ahaadis al-Muhadzdzad” karangan Muhammad bin Musa Al-Haazimy Asy-Syafi’I, wafat 584 H, dan kitab al-Muhadzdzab merupakan kitab fiqh Syafi;I karangan Abu Ishaq As-Syairozy.

Setelah itu,kitab-kitab takhrij muncul dan tersebar hingga mencapai puluhan kitab. Dengan demikian ulama hadis telah melakukan usaha besar terhadap kitab-kitab hadis yang mereka takhrij. Hal yang sama mereka lakukan terhadap sunnah Nabi yang suci untuk menjelaskan kitab-kitab moden. Kalaulah mereka tidak melakukan usaha besar ini, nescaya tergendala upaya penyempurnaan kitab0kitab ilmu syar’i. Kita sekarang ini juga kaan mengalami kesulitan merujuk kepada sumber-sumber hadits yang amat amat beragam. Semoga usaha keras dan mulia mereka mendapat balasan yang baik dari Allah SWt.

Hari terus berputar, zaman silih berganti hingga masa sekarang ini telah banyak yang berubah. Banyak peminat ilmu hadis, jika melihat sebuah hadis pada suatu kitab yang dibacanya, ia menunjukkan kitab tersebut ke sumber hadis dengan cepat. Ia tidak mengetahui bagaimana sampai ke teks hadis pada sumber itu kerana minimnya pengetahuannya akan urutan sumber itu dan pembahagian babnya. Begitu juga jika ingin kesaksian suatu hadis , ia tidak tahu cara menemukan hadis yang terdapat pada shohih bukhari atau pada musnad ahmad, atau pada mustadrak al-hakim. Ia tidak sampai ke teksnya pada sumber-sumber itu kerana tidak ada pengetahuaannya megenai metod penyusunan dan pembahagian babnya. Penulis dapat merasakan hal itu dengan jelas – di samudera ilmiah yang aku geluti – pada para mahasiswa kami untuk membahas skripsi kejuruan tentang sunnah dan ilmu-ilmu syara’ lain untuk memperoleh gelar Megister dan Doktor. Begitu juga yang dialamiu mahasiswa dan pembahas ecara umum.

Kendala tersebut teratasi disusun suatu kitab yang meliputi kaedah dan asal-iusul yang menjelaskan bagaiaman mentakhrij dan metod-metodnya , menjelaskan metod tiap kitab yang disusun oleh para tokoh hadis, urutannya, pembahagian babnya, bagaimana merujuknya dan memanfaatnykannya . Sebagaimana disebut daftar isi dan urutan sebahagian kitab sunnah dengan cara yang mudah bagi pembahas untuk sampai kepada hadis yang dimaksudkan.

Diterjemah kepada bahasa Melayu

Ilmu takhrij dan studi sanad

Pengantar Prof Dr H.M. Quraisy Shihab

Khas untuk pelajar Diploma Quran Sunnah Semester 5

Madah Takhrij Hadis oleh Ustaz Hakim (UIA)

About The Author
Michi, that's my nickname. Im just an ordinary blogger. Searching for Mardhatillah. I'm hoping something. For those who knew me already, they will know what I looking for. Pray for my strenght and my success. I want to fly without wings... And I really what I think... (^_^) LuKLuK BaiDoa
Share This
Subscribe Here

0 comments:

 

Challenge Me!

Promote This Blog

Visitors

...::Lukluk Baidoa::..