Thursday, April 22, 2010

Hari-hari Bahagia أحلى الأيام

Aku, anugerah Ilahi sebagai gurumu,

Berpenat, berjerih mendidik dirimu,

Kuabdikan diri sebagai hamba Pencipta,

Hanya kepada-Nya kumartabatkan ilmu.

.

Beberapa ketika kita bersemuka,

Riak mukamu penuh sengsara,

Mengejar harapan si orang tua,

Adik beradik, nusa dan bangsa.

.

Kumampu tersenyum dengan gelak tawamu,

Sedetik berlalu berpisah jua,

Kau kan pergi meninggalkan kita,

Membawa segulung harapan bangsa,

Menyuluh diri, tonggak intelektual.

.

Hidupmu merata meneruskan perjalanan,

Ku tak ingin kau lemah dan terpinggir,

Di alam buana penuh pancaroba.

Jadikan azimat kalam Ilahi, hadis baginda;

Lukisan hati gurumu. Itu semua panduan kehidupan,

Hidupmu pasti tidak terbuang hina.

.

Ketika kau gembira, gurumu berbangga,

Ketika susahmu, ingatkan saat bahagia;

Waktu kanak-kanak dan juga remaja,

Mekar mewangi di taman sanubari.

.

Ingatlah kita pernah bersama di UDM itu,

mencari pelita menerangi kejahilan dan kerakusan nafsu,

Memahami kalam Ilahi, dan sabda junjungan;

Dalam lorek-lorek dan gurindam keindahan kata,

Menusuk di jiwa, luhur di mata.

.

Kau tetap pergi jua,

Biarlah melakar sejarah pula,

Orang tertanya siapa gurunya.

Jangan terpendam di lautan dunia,

Tersisih dalam masyarakat manusia,

Asyik berhijrah merata-rata.

.

Sebarkan ilmuku ke mana-mana,

Nescaya ada yang inginkannya,

Biarlah abadi seadanya ia,

Tahun bersilih gantimu tiada.

.

Ku kan tersisih dimamah usia,

Terpinggir di tepi gelombang masa,

Doamu saja pengubat duka,

Basahkan lidahmu berdoa hendaknya,

Untuk gurumu yang tak seberapa,

Yang melata di mana-mana,

Pasti Allah akan mendengarnya.

.

Bacalah dengan lukisan balaghahmu,

Hidup tak indah tanpa kata-kata,

Budi yang baik dikenang jua,

Kata yang luhur menyegar minda,

Walau tercalar dalam bencana.

.

Bacalah dengan bahasa hatimu,

Coretan kemesraan guru-gurumu,

Kehidupanmu mengajar erti segalanya,

Tashbih, istiarah, kinayah pasti ada,

Di sebalik tabir putaran dunia.

.

Ku tetap gurumu,

Biarpun hatimu memberontak dengan terluka,

Tugas yang diberi memenatkan diri,

Tanpa kau duga, kau akan dewasa,

Kedewasaan itu merubah tanggapan semua.

.

Tak semua yang indah mendatangkan kebahagiaan,

Tabir kehidupan merubah segalanya,

Tiada yang indah selain kata-kata,

Meresap ke jiwa selama-lamanya,

Mekar berkembang takkan layu,

Selagi mentari masih menyinar......

.

.

Wahdah Habibi

23-03-2007

UNIVERSITI DARUL IMAN MALAYSIA

.

------------------------------------------

About The Author
Michi, that's my nickname. Im just an ordinary blogger. Searching for Mardhatillah. I'm hoping something. For those who knew me already, they will know what I looking for. Pray for my strenght and my success. I want to fly without wings... And I really what I think... (^_^) LuKLuK BaiDoa
Share This
Subscribe Here

0 comments:

 

Challenge Me!

Promote This Blog

Visitors

...::Lukluk Baidoa::..