Sunday, September 5, 2010

Anemia/Penyakit kurang darah

Mungkin sebagian besar daripada kita akan mengalami penyakit ini. Apalagi mereka yang sangat sibuk sehingga melupakan hal-hal yang menyebabkan Anemia. Boleh dikatakan bahawa penyebab utamanya adalah tidak memperhatikan gizi makanan. Seperti yang saya alami sekarang. Ciri utama dari penyakit ini adalah penglihatan berpinar-pinar. Mudah-mudahan artikel dibawah ini bisa mengingatkan kita kembali bahwa pentingnya memperhatikan kesehatan tubuh.

REMAJA LESU, REMAJA KURANG DARAH

Lupa makan, kurang tidur, dan terlalu kepenatan, ini semua merupakan sebagian penyebab anemia atau penyakit kurang darah. Keadaan boleh bertambah parah kalau makan makanan tidak memenuhi gizi yang cukup.

Mukanya kelihatan pucat, badan sering terasa lesu, jantung berdebar-debar, kadang terasa sesak napas, dan adakalanya telinga berdengung. Itulah yang dialami akhir-akhir ini oleh Dija, seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta. Jadual kuliah yang ketat ditambah dengan aktiviti olahraga dan organisasi yang padat sangat menyempitkan waktu gadis berusia 20 tahun ini.

"Sampai lupa makan," kata ibunya. "Malam hari sampai di rumah, karena terlalu letih, dia terus tidur selepas mandi." Sudah begitu, ketika di kampus, makanan yang diambil ala kadar saja, tidak memikirkan soal gizi pemakanan.

Hasil pemeriksaan darah menunjukkan kadar butir darah merah (hemoglobin) gadis ini hanya 9 g/100 ml. Padahal yang normal pada wanita 11,5 - 16 g/100 ml (pria 13,5 - 18 g/100 ml).

Anemia, atau kekurangan sel darah merah, seperti dialami Lastria memang cukup banyak terjadi di kalangan remaja perempuan. Kebanyakan kerana mereka kurang mengindahkan faktor makanan sehari-hari yang bergizi atau takut badannya menjadi gemuk. Akibatnya, gizi tidak seimbang dengan tenagai yang harus mereka keluarkan untuk melakukan berbagai aktiviti hariannya. Belum lagi setiap bulan mereka mengalami haid.

Kurang oksigen

Sumsum tulang belakang merupakan "pabrik" butir darah merah atau eritrosit. Tugas darah adalah memberii oksigen dari paru-paru ke jaringan-jaringan tubuh. Pembentukan sel darah merah sangat tergantung pada hormon alami yang disebut eritroprotein (yang dibuat dan dikeluarkan oleh ginjal). Jumlah sel darah merah seseorang dapat diukur atau dikira berdasarkan hematokrit atau hemoglobinnya.

Orang yang menderita penyakit anemia bererti tidak mempunyai cukup oksigen dalam darahnya. Padahal oksigen diperlukan untuk membakar makanan guna menghasilkan tenaga. Ini menimbulkan gejala rasa lesu, sesak napas, dan jantung berdebar.

Saat jumlah butir darah merah dalam tubuh kurang, tubuh berusaha mengimbanginya dengan meneka kerja jantung. Ketika jantung kita berdebar lebih keras, berarti lebih banyak darah dan oksigen terpacu keluar. Sementara itu paru-paru pun akan bekerja keras agar oksigen yang diperoleh lebih banyak. Akibatnya, sebagian pembuluh darah akan melebar agar darah yang mengandung oksigen masuk ke dalam jaringan tubuh. Sebagian pembuluh darah lain malah mengecil agar mampu mempertahankan oksigen.

Redistribusi darah yang demikian itu menyebabkan kita tampak pucat dan kulit terasa lebih sejuk kalau disentuh. Bila aktiviti tubuh kita makin bertambah, maka tubuh pun semakin memerlukan tambahan oksigen. Di sini kekurangan darah merah akan menyebabkan kita terasa lesu, lemas, dan mudah penat.

Sementara itu pertumbuhan fizik kaum remaja sangat dipengaruhi oleh perubahan hormonal, kognitif, serta emosi sehingga pada masa ini memerlukan makanan dengan zat-zat gizi yang cukup optimal agar pembentukan butir darah merahnya pun cukup. Bila makanan tidak mencukupi, sehingga gizi yang diperlukan pun kurang, tentulah proses pembentukan darah merah di dalam badan akan terganggu. Apalagi tenaga yang dikeluarkan cukup banyak.

Para remaja masa kini kebanyakan lebih suka pada makanan yang lagi ngetren, yang mendatangkan keburukan hanya mengandung kadar lemak yang tinggi, sehingga tidak mengacu pada pola pemakanan yang mencukupi dengan zat gizi optimal.

Penyakit ganas

Yang terjadi pada Dija merupakan anemia yang bersifat umum. Ertinya, setelah ia mampu mengatur pemakanan gizi yang baik, istirehat cukup, ditambah ubat-ubatan penambah darah biasanya akan baik. Kecuali kalau timbul hal-hal yang mencurigakan, seperti terjadi perdarahan sewaktu haid atau komplikasi penyakit lain. Anemia seperti itu tidak perlu mendapat pemindahan darah. Pemindahan baru diperlukan bila kadar Hb berada di bawah 8 g/100ml.

Memang ada jenis anemia yang disebabkan oleh faktor lain misalnya kelainan bawaan seperti thalasemia (kurang cepatnya pembuatan satu rantai/unsur pembentuk hemoglobin), megaloblastik(sel darah merah terlalu besar dan muda), komplikasi penyakit ganas seperti leukemia dan infeksi HIV/AIDS, pencandu narkoba, peminum, penderita perdarahan berkepanjangan, infeksi sumsum tulang belakang, atau pengaruh obat-obatan keras seperti obat stestotika (kemoterapi pada kanker), AZT (zidovudine), penisilin, amphotericin, dan lainnya.

Anemia juga boleh terjadi akibat kekurangan vitamin seperti vitamin B12, vitamin A, vitamin B6, vitamin E, atau kekurangan zat besi.

Perhatikan pemakananan

Memasuki dunia kampus memang sering dirasakan berat bagi para remaja. Pola hidup mereka berubah dari yang semula serba teratur menjadi kurang teratur. Sehingga acap kali mereka kurang mementingkan pemakanan yang diperlukan serta kurang rehat. Terlambat makan atau kurang tidur untuk satu dua kali tidak membawa masalah, tapi kalau sering, boleh menurunkan kesegarannya. Apalagi kalau setiap kali makanan yang diambili tidak memenuhi syarat gizi yang cukup.

Saranan dari pakar gizi dr. Elvina Karyadi, M.Sc., untuk menjadi segar hendaknya para remaja mengikuti pola sebagai berikut:

  • Makan makanan utama secara teratur. Keperluan tenaga bergantung pada tingkat pertumbuhan seseorang: tingkat kematangan fizik, komposisi tubuh, serta aktiviti. Seorang remaja tidak aktif memerlukan kurang dari 2.000 kalori/hari untuk mempertahankan berat badan dan kesegaran. Tentu saja mereka yang aktif lebih dari itu. Bagi remaja pria yang biasanya lebih aktif, khususnya para olahragawan, kalori yang dibutuhkan bisa sampai 4.000 kalori/hari. Selain tenaga, remaja juga perlu mengamcbili makanan yang banyak mengandung protein (nabati dan hewani).
  • Pilihlah makanan yang mengandung zat gizi seimbang. Singkong goreng atau tempe goreng lebih baik daripada kekacang.
  • Ingat, mknn yg hanya mengandung kadar kalori, lemak, kolesterol, serta gula yang tinggi. Jagalah berat badan dalam batas normal. Menurunkan badan hendaknya dilakukan secara bertahap, tidak drastik. Jagalah berat badan tetap seimbang dari waktu ke waktu.
  • Biasakanlah makan pagi sebelum berangkat kuliah. Paling tidak segelas susu ditambah sebutir telur rebus. Makan pagi akan meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan penyerapan materi pelajaran.
  • Makanan hendaknya mengandung aneka ragam kandungan zat: zat tenaga (karbohidrat), zat pembangun (protein), dan zat pengatur (vitamin dan mineral). Jangan lupa melengkapinya dengan sayuran dan buah-buahan.
  • Selain bergizi lengkap dan seimbang, makanan hendaknya yang selamat (bebas kuman, bahan kimia yang berbahaya, serta tidak bertentangan dengan keyakinan atau kepercayaan yang dianut).
  • Makan makanan sumber zat besi dari bahan makanan haiwan, kacang-kacangan, sayuran hijau, dll. Khususnya para remaja perempuani yang setiap bulan mengalami haid, perlu zat besi yang cukup.
  • Jangan terlalu mudah termakan pujuk rayu iklan dalam memilih makanan.
  • Minumlah air putih yang bersih dan aman sekurang-kurangnya 2 l atau delapan gelas sehari.
  • Membiasakan membaca label makanan yang dikemas. Perhatikan bahan yang terkandung di dalamnya.
  • Menghindari minuman beralkohol, ubat-ubatan terlarang, dan rokok.
  • Melakukan olahraga secukupnya.
  • Istirahat dan tidur cukup terutama sehabis melakukan kegiatan yang cukup berat.

Kadar seng (zinc) juga tidak kalah penting untuk menunjang proses kematangan seksual remaja. Pertumbuhan fisik dan kematangan seksual pada remaja yang kekurangan seng akan terhambat. Mineral ini banyak terdapat pada saging sapi, ayam, telur, roti, susu serta olahannya, dan biji-bijian.

Selanjutnya, vitamin D perlu untuk pertumbuhan tulang, vitamin A, C, dan E untuk proses struktur serta fungsi jaringan baru. Kekurangan berat vitamin A dapat menyebabkan ketidaksuburan serta terganggunya haid.

Hendaknya orang tua selalu mengingatkan anak2 untuk memilih menu makanan yang seimbang. Tidur sampai larut malam karena harus belajar tidak menjadi soal, asalkan makanan cukup untuk menunjang tenaga yang dikeluarkan. Remaja yang sehat akan membentuk manusia dewasa yang sehat pula!

Antara Petua Mengatasi Masalah Anemia Secara Tradisional

Mula-mula anda sediakan dulu bahan-bahan ini;

  • 2 biji telur ayam.
  • 1 sudu makan madu asli.
  • 1 biji limau nipis.
  • Segenggam daun bayam

Kemudian, anda ikuti beberapa langkah di bawah ni;

  • Ambil kuning telur saja dan pukul sehingga rata.
  • Masukkan madu ke dalam kuning telur tadi dan kacau sampai rata.
  • Seterusnya, perahkan air limau nipis pula ke dalam campuran tadi dan kacau lagi.
  • Tumbuk dahulu daun bayam. Kemudian, anda ambil airnya dan masukkan bersama campuran kuning telur, madu dan air limau nipis tadi.
  • Kacau sekali lagi agar campuran tersebut sebati.
  • Akhir sekali, minumlah air daripada 4 ramuan di atas.

Amalkan meminum air ini selama 3 hari berturut-turut agar badan anda lebih sihat dan segar. Selepas itu, anda dah boleh menjarakkan tempoh meminumnya. Iaitu minum dalam seminggu sekali ataupun buat 2 minggu sekali. Mudah-mudahan anda tidak akan kekurangan darah lagi.

About The Author
Michi, that's my nickname. Im just an ordinary blogger. Searching for Mardhatillah. I'm hoping something. For those who knew me already, they will know what I looking for. Pray for my strenght and my success. I want to fly without wings... And I really what I think... (^_^) LuKLuK BaiDoa
Share This
Subscribe Here

0 comments:

 

Challenge Me!

Promote This Blog

Visitors

...::Lukluk Baidoa::..