Sunday, September 26, 2010

Ujian Kesabaran, Ibarat Menanti Hujan Reda

Di saat menanti hujan reda, apa yang biasa dirasakan orang? Terasa lama? Mungkin. Hujan mengguyur selama tiga puluh menit saja serasa tiga puluh jam lamanya atau mungkin malah lebih. Inilah rasanya ujian kesabaran itu.

Banyak orang mengatakan, kesabaran ada batasnya. Bila ujian kesabaran diibaratkan dengan menanti hujan reda, apakah orang akan menumpahkan kekesalan itu pada rintik-rintik air hujan yang tengah menerpa bumi? Sedang hujan hanyalah merupakan makhluk ‘pendiam’ yang tidak akan mungkin menghiraukan rintihan kekesalan orang. Ia mengguyur ke bumi atas perintah-Nya. Tak peduli orang mengeluh kesal kepadanya, atau bahkan memaki akan kedatangannya yang tak kunjung pergi.

Sayangnya, hujan terlalu biasa untuk dikeluhkan orang. Di awal kedatangannya, orang akan nyeletuk berujar, “Yah… hujan deh!” Disadari atau tidak, kalimat pertama yang muncul ini sudah menunjukkan betapa awal ujian kesabaran itu sudah terpatahkan oleh rasa tidak bersyukurnya akan turunnya nikmat hujan.

Belum lagi di benaknya masih membayangkan bagaimana nasib jemuran bajunya di rumah. Sudah pasti akan basah kuyub, setelah sebelumnya tak sempat ‘diselamatkan’ dari guyuran air hujan. Terbetik pula bagaimana nasib kendaraannya yang berkilau lantaran baru dicuci kemarin sore, lagi-lagi harus terkena cipratan air hujan yang bercampur tanah. Al hasil, kotorlah sudah.

Ini baru contoh sederhana, belum contoh-contoh lain yang amat menguji kesabaran. Misalnya ketika urusan duniawi yang menurutnya sangat urgen untuk segera dikerjakan, namun terpaksa harus tertunda lantaran hujan.

Di saat air hujan semakin deras mengguyur, tak kunjung reda, saat inilah kesabaran orang benar-benar berada di titik kulminasi. Terbayang di benaknya, berapa kerugian yang didapat karena urusan duniawinya banyak yang terbengkalai. Saat itu juga, emosi kian tak terbendung. Umpatan-umpatan kekesalan pun keluar dari mulutnya. Dihardiklah hujan, sebagai pelampiasan kekesalan, seolah hujan adalah makhluk serupa dengannya.

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّى إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.“(QS Al A’raaf 57)

Hujan diturunkan sebagai pembawa berita gembira, namun yang terjadi justru malah sebaliknya. Orang malah berkeluh kesah dengan hadirnya hujan. Tak ada sedikit rona bahagia di rautnya lantaran datangnya hujan tengah menghambat urusan duniawinya. Tidak tahukah orang, untuk apa hujan diturunkan?

وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).” (QS An-Nahl 65)

Bayangkan jika hujan tidak diturunkan ke bumi, tidak akan mungkin ada kehidupan di sini. Bumi akan mengering, dan semua makhluk hidup akan mati. Dalam ayat lain Allah juga berfirman.

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.” (QS An-Nahl 10)

Hujan yang membawa berkah, menghidupkan serta menyuburkan tanaman-tanaman yang hijau lagi banyak buahnya. Inilah ibarat ujian kesabaran itu, layaknya menanti hujan reda. Menanti memerlukan kesabaran yang teramat berat, terlebih ketika harus merelakan hal-hal yang menyangkut duniawi.

Hujan yang dinyana sebagai penghambat pada urusan duniawi, sesungguhnya merupakan berkah dari-Nya. Kehadirannya akan menghijaukan tanaman hingga menghasilkan buah yang ranum, menghasilkan mata air yang jernih yang sangat bermanfaat bagi semua makhluk yang hidup di bumi ini.

Demikian halnya dengan ujian kesabaran itu. Meski dinyana sebagai sesuatu yang pahit dirasa, atau bahkan berat didaki, namun sesungguhnya Allah akan menghadiahi surga bagi para hamba-Nya yang sabar.

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. (QS Ali Imran 142)

Ujian dari Allah tak hanya berupa kesedihan, tapi juga mencakup kebahagiaan. Sayangnya, ketika orang diuji dengan kebahagiaan, orang lupa jika itu hanyalah sebuah ujian. Ketika mendapat kebahagiaan, orang malah berpikir bahwa itu adalah keberuntungan. Padahal, keberuntungan di dunia ini hanyalah merupakan tipuan.

لِكَيْلا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al Hadiid 23)

Seperti halnya ketika menanti hujan reda. Meski hujan mengguyur deras, tak kunjung reda, hingga menyebabkan banjir, tanah longsor ataupun bencana lainnya, kesabaran haruslah selalu ada pada jiwa tiap-tiap orang yang beriman. Bagaimanapun hujan adalah berkah dari-Nya, meski kehadirannya terkadang mendatangkan bencana, namun ini hanyalah ujian bagi para hamba-Nya agar bersyukur.

مَّا يَفْعَلُ اللّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَآمَنتُمْ وَكَانَ اللّهُ شَاكِراً عَلِيماً

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS An-Nisaa’ 147)

Maka bersabarlah, karena Allah beserta orang-orang yang sabar. Ujian kesabaran itu ibarat menanti hujan reda. Terasa lama untuk dinanti redanya, hingga terpikir bahwa hujan hanyalah penghambat yang banyak memberi mudharat pada urusan duniawi.

Namun, tidak bagi orang-orang yang bersabar. Ia akan memaknai hujan sebagai berkah dari-Nya, berapapun lamanya dan banyaknya curah hujan yang diturunkan. Sekalipun mendatangkan bencana, maka ia akan tetap bersabar, karena di balik ujian pastilah mengandung hikmah.

Dan semestinyalah, orang-orang yang beriman akan mengambil hikmah di balik cobaan itu. Ia akan senantiasa bersabar dan bersyukur di kala sedih ataupun bahagia. Karena segala sesuatu di dunia ini hanyalah merupakan ujian dari-Nya, agar nyatalah siapa sesungguhnya hamba-hamba-Nya yang terpilih itu. [ntz]

.

Monday, September 6, 2010

Mari BACA ! Amalan Hari Raya

selamat hari raya, maaf zahir batin - amalan hari raya mengikut sunnah nabi SAW

Islam adalah satu-satunya agama yang diredhai oleh Allah serta agama paling sempurna. Firman Allah S.W.T:

"Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan Aku telah redha Islam itu menjadi agamamu." - Surah al-Maaidah: 3.

Kesempurnaan Islam itu terserlah apabila ia mampu menangani segala permasalahan manusia secara menyeluruh. Islam telah membicarakan isu-isu bersifat global seperti sistem ekonomi, sistem pemerintahan malah ia juga membicarakan sekecil-kecil perkaraseperti adab masuk ke tandas dan beristinjak. Oleh itu, tidak hairanlah sekiranya Islam juga telah memberikan garis panduan berkaitan tatacara menyambut hari-hari kebesarannya seperti hari raya Aidilfitri ini. Adalah penting bagi kita untuk sentiasa menjadikan al-Quran dan sunnah sebagai petunjuk dalam mengendalikan upacara sambutan Aidilfitri kerana inilah masa untuk kita semua membuktikan bahawa kita benar-benar telah menjadi seorang insan yang bertakwa setelah melalui bulan Ramadan kerana padanya terdapat ibadah puasa yang berupaya membentuk golongan muttaqin(orang yang bertakwa). Justeru itu, ada baiknya sekiranya kita mengetahui apakah amalan-amalan yang telah diajar oleh Rasulullah s.a.w sempena menyambutketibaan hari lebaran Aidilfitri ini.

• Bertakbir.

Bertakbir pada tarikh 1 Syawal bersempena Aidilfitri merupakan suatu amalan yang disyariatkan. Takbir pada hari Aidilfitri bermula ketika terlihatnya hilal (anak bulan) dan berakhir setelah selesainya kemuncak hari raya, iaitu ketika imam selesai berkhutbah. Firman Allah S.W.T:

"Supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadan), supaya kamu membesarkan Allah (dengan bertakbir) kerana telah memberi petunjuk-Nya kepada kamu dan supaya kamu bersyukur." – Surah al-Baqarah:185.

Adalah juga disunnahkan untuk kita bertakbir disepanjang perjalanan dari rumah kita menuju ke masjid untu menunaikan solat Aidilfitri. Menurut Syeikh Muhammad Nasiruddin al-Albani r.h:

"Mengenai syariat bertakbir (pada hari raya Aidilfitri) yang perlu dilakukan oleh kaum muslimin ialah bertakbir dengan suara lantang ketika dalam perjalanan menuju ke tempat solat walaupun kebanyakan umat Islam mula memandang remeh sunnah ini." – RujukKitab Meneladani Rasulullah S.a.w Dalam Berhari Raya, karya Syeikh Ali Hassan bin Ali al-Halabi al-Atsari, ms. 32

Bertakbir sejak mula keluar dari rumah bertujuan menyerlahkan syiar Islam di setiap pelusuk jalan yang dilalui ketika menuju ke tempat solat.

• Lafaz ucapan selamat pada hari raya Aidilfitri.

Majoriti amalan umat Islam di Malaysia akan mengucapkan antara satu sama lain pada hari lebaran dengan ucapan ‘Selamat Hari Raya Aidil Fitri, Maaf Zahir dan Batin’. Namun, apa yang lebih bertepatan dengan amalan para salafussoleh dalam meneladani sunnah Nabi s.a.w adalah sebagaimana yang diceritakan oleh al-Hafiz Ibn Hajar al-'Asqalani r.h yang dinukilkan daripada Jubair bin Nufair r.a katanya:

“Apabila para sahabat Rasulullah s.a.w bertemu di hari raya, sebahagian mereka mengucapkan kepada yang lain ‘taqabbalullah minna waminka’ (Semoga Allah menerimaamalan kami dan amalanmu).” – Rujuk Fath al-Bari, al-Hafiz Ibn Hajar al-'Asqalani, , jil. 5, ms. 270-271. Menurut beliau hadis ini berstatus hasan.

• Meneruskan qiamullail.

Jika sepanjang bulan Ramadan kita telah bersungguh-sungguh menghidupkan malam kita dengan pelbagai ibadah terutamanya solat qiyam Ramadan (solat tarawih), ia seharusnya diteruskan juga pada hari-hari berikutnya dengan mengerjakan solat tahajjud. Saranan ini tidak bermaksud mengkhususkan pada malam Aidilfitri untuk dikerjakan qiamullail. Apa yang cuba ditekankan di sini adalah semangat mengerjakan qiyam Ramadan (solat tarawih) haruslah diteruskan dengan mengerjakan qiamullail pada hari-hari berikutnyasesudah bulan Ramadan.

• Mandi pada pagi hari raya.

Disunnahkan mandi di pagi hari raya sebagaimana mandi wajib, iaitu sebelum berangkat menuju ke tempat perlaksanaan solat Aidilfitri. Ali bin Abi Thalib r.a pernah ditanya mengenai mandi. Adakah diharuskan mandi setiap hari? Beliau menjawab:

"Tidak harus melakukannya. Namun, mandi yang diharuskan ialah mandi pada hari Jumaat, hari Arafah, hari Aidiladha dan Aidilfitri." - Hadis riwayat Imam Syafie di dalam Musnad al-Syafi’i, jil. 1, ms. 118-119.

• Makan sebelum solat Aidilfitri.

Disunnahkan kaum muslimin menjamah makanan sebelum berangkat menunaikan solat Aidilfitri. Perbuatan ini bertujuan menutup segala andaian bahawa dibenarkan berpuasa pada hari raya. Menurut al-Muhallab r.h:

"Mengenai hikmah menjamah makanan sebelum mengerjakan solat hari raya adalah agar seseorang tidak berpendapat bahawa dia boleh berpuasa sehingga solat hari raya Aidilfitri dilaksanakan. Seolah-olah Rasulullah s.a.w ingin menutup prasangka semacam ini." - Rujuk Fath al-Bari, jil. 5, ms. 272.

Kebiasaannya, Rasulullah s.a.w akan memakan kurma dalam jumlah yang ganjil pada pagi hari raya. Namun, tidak bermakna umat Islam perlu menyediakan buah kurma untuk dimakan pada pagi hari raya Aidilfitri. Mereka bebas memakan apa sahaja. Tetapi, mengikut sunnah itu lebih baik daripada menyanggahinya. Sedangkan, sunnah itu termasuk perkara tauqifi (tidak boleh dipersoalkan). Anas bin Malik r.a berkata:

“Rasulullah s.a.w tidak akan pergi ke tempat solat pada pagi Aidilfitri sebelum memakan beberapa biji kurma.” Murajja’ bin Raja’ berkata: Ubaidillah menceritakan kepadaku bahawa Anas r.a berkata: Rasulullah s.a.w memakannya dalam jumlah yang ganjil.” - Hadis riwayat al-Bukhari di dalam Sahihnya, no: 953.

Namun, jika tidak memiliki kurma maka dibolehkan untuk mengisi perut dengan makanan lain terutamanya makanan yang manis-manis seperti madu. Sekiranya tidak ada makanan sama sekali, memadai dengan hanya meminum air.

• Memakai pakaian yang indah.

Disunnahkan kaum muslimin menghiaskan diri dengan pakaian yang indah-indah pada hari raya. Imam Syafier.h berkata:

"Aku lebih menyukai seseorang memakai pakaian terbaik yang dimilikinya pada hari-hari raya, iaitu pada hari Jumaat, dua hari raya (Aidiladha dan Aidilfitri) dan tempat diadakan majlis (seperti majlis perkahwinan). Dia hendaklah memakai baju yang bersih dan memakai wangi-wangian." – Rujuk Ringkasan Kitab Al-Umm, Imam al-Syafi’I, jil. 1, ms. 327.

Bagi kaum wanita pula walaupun disunnahkan memakai pakaian yang terbaik, namun mereka hendaklah menghindari dari memakai pakaian yang bercorak-corak serta perhiasan yang berlebih-lebihan sehingga menarik perhatian golongan lelaki. Bagi golongan kanak-kanak pula, Imam Syafie r.h menambah:

"Mengenai golongan kanak-kanak pula, mereka boleh memakai pakaian paling bagus yang dimilikinya, baik lelaki mahupun perempuan dan mereka(perempuan) juga boleh memakai perhiasan emas atau apa sahaja perhiasan." – Rujuk Ringkasan Kitab al-Umm, Imam Syafie, jil. 1, ms. 327.

Semoga di pagi hari raya kita akan memilih pakaian yang terbaik serta paling mahal mengikut kemampuan masing-masing menuju ke tempat solat hari raya. Disunnahkan juga bagi kaum lelaki memakai wangi-wangian tetapi tidak disunnahkan kepada kaumwanita. Sabda Rasulullah s.a.w:

"Mana-mana wanita yang memakai wangian lalu dia melintas di hadapan lelaki supaya mereka dapat menghidu kewangiannya, dia adalah penzina." - Hadis riwayat al-Nasaai di dalam Sunannya. no: 5036.

Namun begitu bukanlah bermakna kaum wanita harus membiarkan dirinya berbau busuk. Islam adalah agama yang menitik-beratkan kebersihan serta kesihatan diri. Dibenarkan bagi wanita untuk memakai wangian yang keharuman sekadar untuk menjaga dirinya dari berbau busuk dan tidak sehingga menarik perhatian orang di sekelilingnya. Haruman-haruman yang kuat dan boleh menaikkan nafsu berahi hanyalah khusus untuk suaminya.

• Berjalan kaki menuju tempat dikerjakan solat hari raya.

Umat Islam dianjurkan berjalan kaki menuju ke tempat solat Aidilfitri jika tidak keberatan. Ali bin Abi Thalib r.a:

"Termasuk sunnah, iaitu engkau berjalan kaki menuju ke tempat solat hari raya dan memakan sesuatu sebelum berangkat." - Hadis riwayat al-Tirmizi di dalam Sunannya, no: 487.

Namun begitu bagi yang sesiapa yang perlu menggunakan kenderaan kerana tempat solat terlalu jauh, ia dibolehkan dalam syarak. Tetapi, berjalan kaki menuju ke tempat solat lebih afdal berbanding menaiki kenderaan.

. Mengikuti jalan yang berbeza ketika pergi dan kembali dari mengerjakan solat hari raya.

Disunnahkan juga mengikuti jalan yang berbeza ketika pergi dan kembali dari mengerjakan solat hari raya. Jabir bin ‘Abdullah r.a berkata:

"Nabi s.a.w melalui jalan yang berbeza pada hari raya." - Hadis riwayat al-Bukhari di dalam Sahihnya, no: 986.

Imam Ibn Qayyim al-Jauziyyah r.h berkata:

"Baginda s.a.w selalu melalui jalan yang berbeza ketika menuju dan pulang dari tempat solat pada hari raya. Ada yang berpendapat, hal ini dilakukan agar dapat bersalaman dengan orang-orang yang melalui kedua-dua jalan itu. Sebahagian lain berpendapat untukmemberikan barakah kepada mereka. Ada juga berpendapat untuk memberikan pertolongan kepada mereka yang memerlukannya di kedua-dua jalan itu. Menurut pendapat lain pula untuk menampakkan syiar Islam di jalan-jalan. Pendapat yang lebih tepat adalah supaya perjalanan yang ditempuh lebih jauh (banyak langkahnya). Orang yang berjalan ke masjid atau tempat solat, salah satu langkah kakinya akan meninggikandarjat. Sedangkan langkah kaki yang lain akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya." - Rujuk Zaadul Ma'ad, Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, ms. 49.

• Tempat perlaksanaan solat hari raya.

Sunnah mengerjakan solat hari raya di kawasan lapang atau musholla (tempat terbuka seperti padang sehingga khatib dapat melihat semua hadirin) merupakan satu amalan yang jarang dilakukan di Malaysia melainkan beberapa kelompok kecil yang benar-benar kuat berpegang kepada sunnah Nabi s.a.w. Apakah musholla itu berbeza dengan masjid? Abu Said al-Khudri r.a berkata:

"Pada hari Aidilfitri dan Aidiladha, Rasulullah s.a.w keluar menuju ke musholla. Ketika itu, perkara pertama yang dilakukan oleh baginda ialah mengerjakan solat hari raya (tanpa ada sebarang solat sunat)." - Hadis riwayat al-Bukhari di dalam Sahihnya, no: 956.

Tentang hikmah mengerjakan solat hari raya di musolla, Syeikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan telah berkata:

"Sesungguhnya mengerjakan kedua-dua solat hari raya di tanah lapang mengandungi hikmah yang besar. Di antaranya adalah seluruh kaum muslimin setidak-tidaknya mereka boleh berkumpul bersama (bersua muka) dua kali dalam setahun. Semua orang dariseluruh pelusuk negeri akan berkumpul di sebuah tempat sama ada lelaki, perempuan atau kanak-kanak. Mereka semua menghadap Allah dengan hati yang penuh konsentrasi, dikumpulkan dengan satu kalimat (tauhid), solat di belakang seorang imam, membaca takbir dan tahlil bersama dan berdoa kepada Allah dengan penuh ikhlas. Seakan-akan hati mereka terikat menjadi satu, merasa bahagia dan mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka. Dengan itu, hari raya benar-benar bermakna bagi mereka." – Rujuk Koreksi Total Ritual Shalat, Syeikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan, ms. 394.

• Mengerjakan Solat Aidilfitri

Di antara syiar yang palin utama dalam menyambut Aidilfitri adalah perlakasanaan solat Aidilfitri sebanyak 2 rakaat oleh seluruh umat Islam. Ibn Abbas r.a berkata:

"Rasulullah s.a.w telah keluar pada hari raya Aidilfitri kemudian terus mengerjakan solat hari raya sebanyak dua rakaat. Baginda tidak melakukan sebarang solat sebelumnya dan sesudahnya." - Hadis riwayat al-Bukhari di dalam Sahihnya, no: 989.

Disunnahkan menyampaikan khutbah sesudah mengerjakan solat hari raya Aidilfitri. Abu Sa’id al-Khudri r.a berkata:

"Pada hari raya Aidilfitri dan Aidiladha, Rasulullah s.a.w akan keluar menuju musolla. Perkara pertama yang dilakukan oleh baginda (apabila tiba di masjid) baginda akan mengimami solat. Kemudian, baginda akan berpusing dan menghadap ke arah makmum yang sedang duduk di dalam saf mereka. Seterusnya, baginda akan memberikan nasihat, wasiat dan perintah kepada mereka (khutbah)." - Hadis riwayat al-Bukhari di dalam Sahihnya, no: 956.

Para jemaah tidak diwajibkan menghadiri atau mendengar khutbah hari raya. Sebaik sahaja selesai mengerjakan solat hari raya, sesiapa yang tidak ingin turut serta mendengar khutbah maka dia dibenarkan meninggalkan majlis itu. Abdullah bin al-Sa’ib r.a berkata:

"Aku pernah menghadiri solat hari raya bersama Nabi s.a.w. Setelah selesai solat baginda bersabda: Sesungguhnya kami akan berkhutbah. Oleh itu, sesiapa ingin duduk mendengar khutbah, dia boleh duduk. Sesiapa yang ingin pergi, dia boleh beredar." - Hadis riwayat Abu Daud di dalam Sunannya, no: 975.

• Bergembira Pada Hari Raya Aidilfitri

Islam adalah agama yang begitu praktikal lagi munasabah. Setelah sebulan umat Islam memberi tumpuan sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah, maka kini tiba masanya untuk menyambut kejayaan itu dengan kegembiraan dan kemeriahan. Oleh itu, usaha-usaha untuk menimbulkan suasana kegembiraan di dalam keluarga masing-masing pada hari raya Aidilfitri adalah sebahagian daripada syiar Islam. Suasana kegembiraan ini berbeza mengikut adat setempat. Bagi kita di Malaysia, kegembiraan sambutan hari rayaAidilfitri dapat dilihat dengan memakai baju-baju baru yang indah, seluruh ahli keluarga berkumpul, ziarah-menziarah sesama umat Islam dan pelbagai lagi. Di sesetengah negara Timur Tengah, cuti umum hari raya Aidilfitri dipergunakan untuk membawa ahli keluargabersiar-siar serta berkelah di tempat-tempat peranginan. Semua bentuk suasana kegembiraan dan kemeriahan ini adalah sebahagian dari tuntutan agama Islam sempena menyambut hari raya Aidilfitri selagi ia dilaksanakan sesuai dengan lunas-lunas syarak. Syeikh Sayyid Sabiq r.h berkata:

"Mengadakan permainan serta kegembiraan yang tidak melanggar aturan agama, termasuk pelbagai bentuk nyanyian yang baik (dari segi makna), semua itu termasuk syiar agama yang disyariatkan oleh Allah pada hari raya untuk melatih tubuh jasmani dan memberi kepuasan serta kegirangan hati." – Rujuk Fiqh al-Sunnah, Syeikh Sayyid Sabiq, jil. 2, ms. 290.

Rasulullah s.a.w sendiri telah membenarkan penduduk Madinah al-Munawwarah bergembira apabila munculnya hari raya Aidilfitri dan Aidiladha. Anas bin Malik r.a berkata:

"Nabi s.a.w pernah datang ke Madinah sedangkan penduduknya memiliki dua hari raya yang mana mereka bermain-main (bergembira) di masa jahiliah pada kedua-dua hari itu. Lalu baginda berkata: Aku datang kepada kamu semua sedangkan kamu memiliki dua hari (raya) yang menjadi medan permainan kalian pada masa jahiliyyah. Sabdanya lagi: Sesungguhnya Allah telah menggantikan kedua-dua hari itu dengan yang lebihbaik, iaitu hari raya Aidiladha dan Aidilfitri.” - Hadis riwayat al-Nasaai di dalam Sunannya, no: 959.

• Mengerjakan Puasa Sunat Enam Hari Pada Bulan Syawal

Sabda Rasulullah s.a.w:

"Sesiapa yang berpuasa pada bulan Ramadan lalu diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, seolah-olah dia telah berpuasa setahun." - Hadis riwayat Muslim di dalam Sahihnya, no: 1164.

Demikianlah keutamaan puasa sunat enam hari di bulan Syawal. Cara yang paling afdal untuk melaksanakannya adalah memulakan berpuasa sesudah hari raya Aidilfitri secara berturut-turut (bermula pada 2 Syawal) sebagaimana yang ditetapkan oleh para ulama. Ini juga merupakan pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Syafie r.h. Namun, seseorang bebas memilih mana-mana hari sepanjang bulan Syawal sama ada di awal, pertengahanmahupun di akhirnya bahkan dia juga boleh mengerjakan secara berturut-turut atau berpisah-pisah. Amalan sesetengah pihak yang melakukan puasa qada dan sunat Syawal secara serentak mengikut formula dua dalam satu merupakan perbuatan bid’ah yang tidak ada dalilnya dari mana-mana hadis Nabi s.a.w yang thabit. Oleh itu, afdhal menyempurnakan puasa bulan Ramadan yang ditinggalkan terlebih dahulu diikuti puasa sunat di bulan Syawal. Perbuatan ini lebih bertepatan dengan maksud hadis di atas untuk mendapat keutamaannya, iaitu seolah-olah berpuasa setahun.

PENUTUP

Inilah sebahagian daripada hukum-hakam dan amalan yang disunnahkan ketika menyambut bulan Ramadan al-Mubarak dan hari raya Aidilfitri menurut al-Quran dan sunnah yang sepatutnya dijadikan contoh ikutan bagi seluruh umat Islam. Mudah-mudahan, sambutan hari raya Aidilfitri yang akan menjelma nanti disambut dengan penuh keikhlasan, kemeriahan dan selari dengan perintah Allah serta Rasul-Nya s.a.w. 

sumber-alfikrah.net

.

Diadaptasi dari Mohd Firdaus bin Abdul Hamid

www.subulassalam.blogspot.com

.

Sunday, September 5, 2010

Anemia/Penyakit kurang darah

Mungkin sebagian besar daripada kita akan mengalami penyakit ini. Apalagi mereka yang sangat sibuk sehingga melupakan hal-hal yang menyebabkan Anemia. Boleh dikatakan bahawa penyebab utamanya adalah tidak memperhatikan gizi makanan. Seperti yang saya alami sekarang. Ciri utama dari penyakit ini adalah penglihatan berpinar-pinar. Mudah-mudahan artikel dibawah ini bisa mengingatkan kita kembali bahwa pentingnya memperhatikan kesehatan tubuh.

REMAJA LESU, REMAJA KURANG DARAH

Lupa makan, kurang tidur, dan terlalu kepenatan, ini semua merupakan sebagian penyebab anemia atau penyakit kurang darah. Keadaan boleh bertambah parah kalau makan makanan tidak memenuhi gizi yang cukup.

Mukanya kelihatan pucat, badan sering terasa lesu, jantung berdebar-debar, kadang terasa sesak napas, dan adakalanya telinga berdengung. Itulah yang dialami akhir-akhir ini oleh Dija, seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta. Jadual kuliah yang ketat ditambah dengan aktiviti olahraga dan organisasi yang padat sangat menyempitkan waktu gadis berusia 20 tahun ini.

"Sampai lupa makan," kata ibunya. "Malam hari sampai di rumah, karena terlalu letih, dia terus tidur selepas mandi." Sudah begitu, ketika di kampus, makanan yang diambil ala kadar saja, tidak memikirkan soal gizi pemakanan.

Hasil pemeriksaan darah menunjukkan kadar butir darah merah (hemoglobin) gadis ini hanya 9 g/100 ml. Padahal yang normal pada wanita 11,5 - 16 g/100 ml (pria 13,5 - 18 g/100 ml).

Anemia, atau kekurangan sel darah merah, seperti dialami Lastria memang cukup banyak terjadi di kalangan remaja perempuan. Kebanyakan kerana mereka kurang mengindahkan faktor makanan sehari-hari yang bergizi atau takut badannya menjadi gemuk. Akibatnya, gizi tidak seimbang dengan tenagai yang harus mereka keluarkan untuk melakukan berbagai aktiviti hariannya. Belum lagi setiap bulan mereka mengalami haid.

Kurang oksigen

Sumsum tulang belakang merupakan "pabrik" butir darah merah atau eritrosit. Tugas darah adalah memberii oksigen dari paru-paru ke jaringan-jaringan tubuh. Pembentukan sel darah merah sangat tergantung pada hormon alami yang disebut eritroprotein (yang dibuat dan dikeluarkan oleh ginjal). Jumlah sel darah merah seseorang dapat diukur atau dikira berdasarkan hematokrit atau hemoglobinnya.

Orang yang menderita penyakit anemia bererti tidak mempunyai cukup oksigen dalam darahnya. Padahal oksigen diperlukan untuk membakar makanan guna menghasilkan tenaga. Ini menimbulkan gejala rasa lesu, sesak napas, dan jantung berdebar.

Saat jumlah butir darah merah dalam tubuh kurang, tubuh berusaha mengimbanginya dengan meneka kerja jantung. Ketika jantung kita berdebar lebih keras, berarti lebih banyak darah dan oksigen terpacu keluar. Sementara itu paru-paru pun akan bekerja keras agar oksigen yang diperoleh lebih banyak. Akibatnya, sebagian pembuluh darah akan melebar agar darah yang mengandung oksigen masuk ke dalam jaringan tubuh. Sebagian pembuluh darah lain malah mengecil agar mampu mempertahankan oksigen.

Redistribusi darah yang demikian itu menyebabkan kita tampak pucat dan kulit terasa lebih sejuk kalau disentuh. Bila aktiviti tubuh kita makin bertambah, maka tubuh pun semakin memerlukan tambahan oksigen. Di sini kekurangan darah merah akan menyebabkan kita terasa lesu, lemas, dan mudah penat.

Sementara itu pertumbuhan fizik kaum remaja sangat dipengaruhi oleh perubahan hormonal, kognitif, serta emosi sehingga pada masa ini memerlukan makanan dengan zat-zat gizi yang cukup optimal agar pembentukan butir darah merahnya pun cukup. Bila makanan tidak mencukupi, sehingga gizi yang diperlukan pun kurang, tentulah proses pembentukan darah merah di dalam badan akan terganggu. Apalagi tenaga yang dikeluarkan cukup banyak.

Para remaja masa kini kebanyakan lebih suka pada makanan yang lagi ngetren, yang mendatangkan keburukan hanya mengandung kadar lemak yang tinggi, sehingga tidak mengacu pada pola pemakanan yang mencukupi dengan zat gizi optimal.

Penyakit ganas

Yang terjadi pada Dija merupakan anemia yang bersifat umum. Ertinya, setelah ia mampu mengatur pemakanan gizi yang baik, istirehat cukup, ditambah ubat-ubatan penambah darah biasanya akan baik. Kecuali kalau timbul hal-hal yang mencurigakan, seperti terjadi perdarahan sewaktu haid atau komplikasi penyakit lain. Anemia seperti itu tidak perlu mendapat pemindahan darah. Pemindahan baru diperlukan bila kadar Hb berada di bawah 8 g/100ml.

Memang ada jenis anemia yang disebabkan oleh faktor lain misalnya kelainan bawaan seperti thalasemia (kurang cepatnya pembuatan satu rantai/unsur pembentuk hemoglobin), megaloblastik(sel darah merah terlalu besar dan muda), komplikasi penyakit ganas seperti leukemia dan infeksi HIV/AIDS, pencandu narkoba, peminum, penderita perdarahan berkepanjangan, infeksi sumsum tulang belakang, atau pengaruh obat-obatan keras seperti obat stestotika (kemoterapi pada kanker), AZT (zidovudine), penisilin, amphotericin, dan lainnya.

Anemia juga boleh terjadi akibat kekurangan vitamin seperti vitamin B12, vitamin A, vitamin B6, vitamin E, atau kekurangan zat besi.

Perhatikan pemakananan

Memasuki dunia kampus memang sering dirasakan berat bagi para remaja. Pola hidup mereka berubah dari yang semula serba teratur menjadi kurang teratur. Sehingga acap kali mereka kurang mementingkan pemakanan yang diperlukan serta kurang rehat. Terlambat makan atau kurang tidur untuk satu dua kali tidak membawa masalah, tapi kalau sering, boleh menurunkan kesegarannya. Apalagi kalau setiap kali makanan yang diambili tidak memenuhi syarat gizi yang cukup.

Saranan dari pakar gizi dr. Elvina Karyadi, M.Sc., untuk menjadi segar hendaknya para remaja mengikuti pola sebagai berikut:

  • Makan makanan utama secara teratur. Keperluan tenaga bergantung pada tingkat pertumbuhan seseorang: tingkat kematangan fizik, komposisi tubuh, serta aktiviti. Seorang remaja tidak aktif memerlukan kurang dari 2.000 kalori/hari untuk mempertahankan berat badan dan kesegaran. Tentu saja mereka yang aktif lebih dari itu. Bagi remaja pria yang biasanya lebih aktif, khususnya para olahragawan, kalori yang dibutuhkan bisa sampai 4.000 kalori/hari. Selain tenaga, remaja juga perlu mengamcbili makanan yang banyak mengandung protein (nabati dan hewani).
  • Pilihlah makanan yang mengandung zat gizi seimbang. Singkong goreng atau tempe goreng lebih baik daripada kekacang.
  • Ingat, mknn yg hanya mengandung kadar kalori, lemak, kolesterol, serta gula yang tinggi. Jagalah berat badan dalam batas normal. Menurunkan badan hendaknya dilakukan secara bertahap, tidak drastik. Jagalah berat badan tetap seimbang dari waktu ke waktu.
  • Biasakanlah makan pagi sebelum berangkat kuliah. Paling tidak segelas susu ditambah sebutir telur rebus. Makan pagi akan meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan penyerapan materi pelajaran.
  • Makanan hendaknya mengandung aneka ragam kandungan zat: zat tenaga (karbohidrat), zat pembangun (protein), dan zat pengatur (vitamin dan mineral). Jangan lupa melengkapinya dengan sayuran dan buah-buahan.
  • Selain bergizi lengkap dan seimbang, makanan hendaknya yang selamat (bebas kuman, bahan kimia yang berbahaya, serta tidak bertentangan dengan keyakinan atau kepercayaan yang dianut).
  • Makan makanan sumber zat besi dari bahan makanan haiwan, kacang-kacangan, sayuran hijau, dll. Khususnya para remaja perempuani yang setiap bulan mengalami haid, perlu zat besi yang cukup.
  • Jangan terlalu mudah termakan pujuk rayu iklan dalam memilih makanan.
  • Minumlah air putih yang bersih dan aman sekurang-kurangnya 2 l atau delapan gelas sehari.
  • Membiasakan membaca label makanan yang dikemas. Perhatikan bahan yang terkandung di dalamnya.
  • Menghindari minuman beralkohol, ubat-ubatan terlarang, dan rokok.
  • Melakukan olahraga secukupnya.
  • Istirahat dan tidur cukup terutama sehabis melakukan kegiatan yang cukup berat.

Kadar seng (zinc) juga tidak kalah penting untuk menunjang proses kematangan seksual remaja. Pertumbuhan fisik dan kematangan seksual pada remaja yang kekurangan seng akan terhambat. Mineral ini banyak terdapat pada saging sapi, ayam, telur, roti, susu serta olahannya, dan biji-bijian.

Selanjutnya, vitamin D perlu untuk pertumbuhan tulang, vitamin A, C, dan E untuk proses struktur serta fungsi jaringan baru. Kekurangan berat vitamin A dapat menyebabkan ketidaksuburan serta terganggunya haid.

Hendaknya orang tua selalu mengingatkan anak2 untuk memilih menu makanan yang seimbang. Tidur sampai larut malam karena harus belajar tidak menjadi soal, asalkan makanan cukup untuk menunjang tenaga yang dikeluarkan. Remaja yang sehat akan membentuk manusia dewasa yang sehat pula!

Antara Petua Mengatasi Masalah Anemia Secara Tradisional

Mula-mula anda sediakan dulu bahan-bahan ini;

  • 2 biji telur ayam.
  • 1 sudu makan madu asli.
  • 1 biji limau nipis.
  • Segenggam daun bayam

Kemudian, anda ikuti beberapa langkah di bawah ni;

  • Ambil kuning telur saja dan pukul sehingga rata.
  • Masukkan madu ke dalam kuning telur tadi dan kacau sampai rata.
  • Seterusnya, perahkan air limau nipis pula ke dalam campuran tadi dan kacau lagi.
  • Tumbuk dahulu daun bayam. Kemudian, anda ambil airnya dan masukkan bersama campuran kuning telur, madu dan air limau nipis tadi.
  • Kacau sekali lagi agar campuran tersebut sebati.
  • Akhir sekali, minumlah air daripada 4 ramuan di atas.

Amalkan meminum air ini selama 3 hari berturut-turut agar badan anda lebih sihat dan segar. Selepas itu, anda dah boleh menjarakkan tempoh meminumnya. Iaitu minum dalam seminggu sekali ataupun buat 2 minggu sekali. Mudah-mudahan anda tidak akan kekurangan darah lagi.

 

Challenge Me!

Promote This Blog

Visitors

...::Lukluk Baidoa::..