Wednesday, December 21, 2011

Jagalah hati...

Kata Imam al-Ghazali:-
" Carilah hatimu ketika membaca al-Quran. Jika kau tidak temui, carilah hatimu ketika mengerjakan solat, jika kau tidak temui, carilah hatimu ketika duduk takafur mengingati mati. Jika kau tidak temui juga, berdoalah kepada Allah, pinta hati yang baru..."
-
Qalbi...
Kualiti amalan ditentukan oleh kualiti hati. Jika hati kita baik maka amalan atau perbuatan yang dikerjakan itu akan menjadi baik..
-
Hati yang kering itu basahilah dengan zikrullah Hati yang koyak itu jahitilah dengan benang bacaan Al-Quran Hati yang keras itu lembutkanlah dengan madah dan tazkirah
-
Diungkapkan oleh Abdullah bin Mas'ud r.a.:
-
"Empat hal yg menyebabkan hati menjadi gelap yaitu; Perut yg selalu kenyang, bergaul dengan orang yg zalim, melupakan dosa yg telah lalu serta angan angan yg melambung.
-
Sedangkan empat hal yg menyebabkan hati menjadi bercahaya adalah; perut yg lapar agar selalu waspada, bergaul dengan orang orang saleh,mengingat perbuatan dosa yg telah lalu,dan tidak berangan angan yg melambung''.
-
Ya Allah ...Kurniakan kepadaku hati yang bersih Hati yang lurus.. Dan Kau pelihara daripadaku hati yang terhijab (tertutup)

Tuesday, December 13, 2011

Oasis Of Seas

Assalamualaikum. Now, I present you 'The World Biggest Ship'. First expression when I see these pictures is amazed. I think this ship idealized by the structure of Titanic. I want to call it the Second Titanic Of Gigantic Ship or Titanic Shadow Of Histories. But then, the name of Oasis is more better than that, right? What kind of name I give it huh? Hahaha... Anyway, hope you all enjoy watching these pictures. ^_^

Pretty big,isn't?
¬Dinner Hall¬
¬5 Star Hotel¬
¬Pretty cool huh?¬

Wednesday, December 7, 2011

Mee Bandung Sizzling Mu'tah

Assalamualaikum wbt.
Ramai yang bertanya resepi mee bandung ana. Kata mereka, sedap sangat. Asal ada jamuan di rumah, mee bandung selalu menjadi pilihan untuk hidangan. Sebabnya, kurang kos dan mudah dari masakan yang lain ^_^
-
Kenapa dinamakan sizzling? Tanya seorang senior. Jawab ana : Sebab dimasak di dalam pot sizzling lah. Malah bawa dari Malaysia pot tu semata2 nk masak sizzling...hehe
-
Okeylah...resepinya begini :
-
1- Bawang besar (kalau ade bawang merah di mu'tah okey je, kalau xde, bawang besar sajalah)
2- Bawang putih
3- Cili kering (direbus terlebih dahulu dan di blanderkan)
4- Tomato
5- Lobak merah
6- Kobis
7- Ayam
8- Lada hitam
9- Kentang (di blander)
10- Telur
11- Mee halus (beli depan puskma-plastiknya berwarna biru cair bukan biru pekat atau hijau)
-
Cara-cara membuatnya adalah :
-
1-Masukkan air ke dalam periuk / pot sizzling. Airnya mestilah separuh dari periuk/pot. Panaskan
2- Masukkan bawang merah dan bawang putih serta lobak merah yang siap dipotong halus ke dalam periuk / pot.
3 - Masukkan daging @ ayam yang siap dipotong kecil ke dalam periuk/pot.
4- Masukkan cili kering dan kentang yang siap di blander ke dalam periuk / pot.
5- Lepas tu, masukkan gula dan garam secukup rasa. Kalau ade hilal masukkan sikit. Kalau nak masukkan ajinamoto ganti hilal pun xpe. Tp jangan masukkan banyak2 sebab nanti bebal. -Ana lebih suka guna hilal sahaja
6- Masukkan lada hitam secukupnya. Masukkan sos tiram sedikit kalau mahu.
7- Masukkan kobis (dipotong petak).
8- Pukul telur di dalam mangkuk dan masukkan ke dalam periuk/pot semasa menggelegak.
9- Masukkan tomato yang dipotong 4 sambil kacau perlahan-lahan.
-
10- Sambil masak kuahnya, anda boleh guna dapur lagi sebelah untuk rebus mee. Jangan lupa masukkan sedikit garam dan sedikit minyak untuk mengelakkan mee mudah melekat diantara satu sama lain.
-
11-Bawang goreng dan cili merah sebagai hiasan.
-
p/s : Kalau kat Malaysia, anda boleh gunakan udang /sotong /kerang sebagai pelengkap rasa. Kalau ada udang kering lebih sedap ~~
-
Itulah caranya....Selamat mencuba !

Thursday, December 1, 2011

Martabat Cinta...

Assalamualaikum... pernah sekali seorang murid bertanya gurunya: "Kenapa ada yang sanggup durhaka pada Penciptanya, sedangkan Penciptanya itu mengadakannya daripada tiada?" sebelum sempat sang guru menjawab, seorang murid yang berada di penjuru tiang mencelah: "tak kenal maka tak cinta." lantas semua murid ketawa.. agak lucu cara mencelahnya.. sang guru juga turut tersenyum.. kemudian diangkat tangannya mengisyaratkan agar si murid berhenti ketawa.. seketika kemudian suasana kembali hening.

tak lama kemudian sang guru berkata: "benar seperti katamu. Ia benar-benar berkait dengan martabat cinta.."

Aduhai.. martabat cinta la pulak.. kalau bab-bab cinta ni dia amat kurang arif. di tambah pula dah lama bermukim di pondok ini. kelibat wanita pun jarang ditemui di sini. inikan hendak berbicara soal cinta... getus si murid di dalam hati

"bayangkan.." guru menyambung madahnya.. "Andai seseorang mabuk bercinta, semua yang disuruh oleh kekasihnya, pasti akan dituruti semahunya. Apa yang dipinta, pasti akan dikabulkan semuanya. Apa yang ditegah, pasti akan dijauhi seazamnya. Yang penting, segalanya mesti selari dengan kehendak kekasihnya..."

"jika kasihnya tidak berbalas, dia sanggup tidur berbantal lengan berbumbung langit di luar rumahnya. hujan panas tidak dihiraukan lagi. begitu juga siang dan malam. semua itu tidak penting baginya.. yang paling penting, biar terucap dari mulut kekasihnya bahawa cintanya berbalas dan dia tidak bertepuk sebelah tangan. dan itulah kalimat teragung bagi dirinya" Jelas sang guru.

oh..begitu rupanya martabat cinta. jika luhur kasih kita padaNya, nescaya tiada kita mendurhaka sebarang suruhnya. erm.. Jika semua anggota badan yang diberikan Allah ini adalah untuk membuat taat dan beribadah, maka dia tak akan sekali-kali menggunakan anggota badan tersebut untuk berbuat maksiat.. agaknya itupun termasuk dalam martabat cinta...

"bahkan, kalau sudah benar-benar cinta meresap dalam jiwa, jika diminta untuk minum racun sekalipun, pasti tekak rela menelannya..." Sambung sang guru lagi.. "itulah martabat cinta teragung. Menyintai setulusnya. Merelai segalanya. Tidak kira susah atau payah, jika jiwa sudah menyinta, segala yang duka tetap dipandang suka.. walau pahit sekalipun ia tetap ditelan dengan gembira. asalkan yang ditelan itu sesuai dengan pintaNya.."

oh.. Patutlah ku lihat ramai yang bersusah payah mematuhi suruhan Agama. Bagi yang tua, langkah tetap di atur ke masjid, walaupun terpaksa bertongkat. bagi yang muda, rela meninggalkan hiburan walaupun itu zamannya.. bagi wanita, rela bertudung likup walaupun ramai yang mendedahkan rambut kerana kejelitaan katanya..

ku rasa mereka semuanya melakukan semua itu dengan rela, kerana rela itulah martabat cinta mereka...

Yang malu menyatakan cinta,kerana cintaku tak seberapa..

sumber : ustazshafiee

Saturday, November 26, 2011

Pantun Lafaz Yg M'Jadi Kiasan

Lafaz yang tersimpan
Di semat bibir terdiam
Lirikan kiasan dalam sisipan
Atas rindu yang berdendam
-
Sayu angin semilir lalu
Bawa hujan datang ke mari
Andai bayangan tetap di kalbu
Jangan kasih di bawa lari
-
Langit yang membiru
Fahamilah bumi perlukan hujan
Janjilah jangan berseteru
Walaupun panas datang menekan
-
Air hujan turun ke bumi
Menyirami subur tanam-tanaman
Saat lafaz menjadi majazi
Jangan palsukan sebarang harapan
-
Warna warni lukisan pelangi
Membingkis kiasan dalam tulisan
Pergilah pergi jangan kembali
JANGAN DIUKIR MENJADI TATAPAN
-
Masih ingatkah permintaan suri
Apakah ia sudah ditunaikan
Kalau benar INGIN MENYENDIRI
Jangan 'dia' diingat-ingatkan
-
Beberapa bulan menjadi hitungan
Antara pasir dan lautan
Mahukan pasir kuberikan lembutan
Mahukan lautan kusembur kekerasan
-
Malam dingin semakin berlabuh
Membiaskan kepingan mimpi-mimpian
Ceritamu dulu bukan terteduh
Sentiasa menjadi buah perbualan
-
Saat lafaz menjadi kiasan
Dibirai pantun seakan perlian
Jujur saja pelangi berselerakan
Hanya hati tak berkemampuan
-
Di ungkap ramai seperti itu
Apakah ini kau pertontonkan
Sedangkan dulu kau tak mahu
Tapi kini menjadi sasaran?
-
Antara kau dan aku
Masih ada yang belum selesai
Kerna mereka generasi baru
Kenapa perlu digembar-gemburkan
-
Meski bukan dirimu salah
Kamu aku tetap sabitkan
Sahabat kuliyahmu sungguh menyerlah
Atas perihal sengaja di sebarkan
-
Sudah hilang kiasan diberi
Sudah lahir ayat hakiki
Kerna hati sudah disakiti
Kerna jiwa sudah direntapi
-
Aku nantikan PERMINTAAN SURI
ditunai pasti hilang semua
fahami wanita punya hati
bukan dirimu miliki semua
-
-Lukluk Baido'-

Wednesday, November 23, 2011

Red Bull Banned

Prancis dan Denmark telah mengharamkan minuman Red Bull dari negara mereka

JANGAN MINUM MINUMAN INI DAH!!

Ambil intabih dan baca kesemuanya

Sebagai keselamatan semua, silalah pass post ni kepada semua kenalan terutama yang memiliki anak-anak muda

Minuman ini dijual di semua supermarket dalam SETIAP NEGERI dan anak-anak kita adalah cubaan dan bahan eksperimennya, ianya boleh membunuh tahuuu!!

RED BULL was created to stimulate the brains in people who are subjected to great physical force and in stress coma and never to be consumed like an innocent drink or soda pop.

RED BULL IS the energizer DRINK that is commercialized world-wide with its slogan:'It increases endurance; awakens the concentration capacity and the speed of reaction, offers more energy and improves the mood. All this can be found in a can of RED BULL , the power drink of the millennium.

'RED BULL has managed to arrive at almost 100 countries worldwide. The RED BULL logo is targeted at young people and sportsmen, two attractive segments that have been captivated by the stimulus that the drink provides.

It was created by Dietrich Mateschitz, an industrialist of Austrian origin who discovered the drink by chance. It happened during a business trip to Hong Kong , when he was working at a factory that manufactured toothbrushes.

The liquid, based on a formula that contained caffeine and taurine, caused a rage in that country. Imagine the grand success of this drink in Europe where the product still did not exist, besides it was a superb opportunity to become an entrepreneur. BUT THE TRUTH ABOUT THIS DRINK IS ANOTHER THING:

FRANCE and DENMARK have just prohibited it as a cocktail of death, due to its vitamin components mixed with GLUCURONOLACTONE' , a highly dangerous chemical, which was developed by the United States Department of Defense during the sixties to stimulate the moral of the troops based in VIETNAM, which acted like a hallucinogenic drug that calmed the stress of the war.

But their effects in the organism were so devastating, that it was discontinued, because of the high index of cases of migraines, cerebral tumors and diseases of the liver that was evident in the soldiers who consumed it.

And in spite of it, in the can of RED BULL you can still find as one of its components: GLUCURONOLACTONE, categorized medically as a stimulant.. But what it does not say on the can of ,RED BULL are the consequences of its consumption, and that has forced us to place a series of WARNINGS:

1. It is dangerous to take it if you do not engage in physical exercise afterwards, since its energizing function accelerates the heart rate and can cause a sudden attack.

2. You run the risk of undergoing a cerebral hemorrhage, because RED BULL contains components that dilute the blood so that the heart utilizes less energy to pump the blood, and thus be able to deliver physical force with less effort being exerted.

3. It is prohibited to mix RED BULL with alcohol, because the mixture turns the drink into a " Deadly Bomb " that attacks the liver directly, causing the affected area never to regenerate anymore.

4. One of the main components of RED BULL is the B12 vitamin, used in medicine to recover patients who are in a coma; from here the hypertension and the state of excitement which is experienced after taking it, as if you were in a drunken state.

5. The regular consumption of RED BULL triggers off symptoms in the form of a series of irreversible nervous and neuronal diseases.

CONCLUSION: It is a drink that should be prohibited in the entire world as when it is mixed with alcohol it creates a TIME BOMB for the human body, mainly between innocent adolescents and adults with little experience.

Friday, September 30, 2011

Saat kakiku melangkah - KLIA

Langkah bertapak
beg di jinjingan
aku menoleh
wajah ayah dan bonda
senyuman diukir
namun hanya palsu
hati merintih sendu
hanya tangisan jiwa
dalam bingkisan kalbu
moga senyum yang terbias
hilang kerisauan kalian
ku tutup semat
lagu semalam
ku padamkan semuanya
harap-harap tak silap
perjalanan yang ku pilih
dalam juang sabilillah
meniti ujian terhebat
di titian yang tertulis
atas mahar yang diberi
.
berapa nikmat terlukis
tergambar di depan mata
namun berat tak usah bilang
setiapnya ada timbangan
niat yang menyeliputi
dinilai Yang Satu
.
Ku pandang lagi
wajah ayah dan bonda
Alhamdulillah...
aku masih ada mereka
aku rasa bahang kasih
aku rasa pancaran sayang
.
wajah teduh itu kutatap lama
ketika kaki terus melangkah
lambaian lemah saat ini
hanya Dia Maha Mengetahui
apa yang tersirat di hati
sedih tak terkata
.
takungan yang tak tertampung
tak mampu kutahan
aku paling ke hadapan
jangan tumpah sayangku
bukan masanya lagi
di hadapan nanti
aku benarkan kau mengalir
.
kenapa kau degil mutiara putih
takungan memecah
mengalir tanpa kasihan
hati tak mampu menipu
tak tertahan lagi
oh tidak...
.
mutiara jernih jatuh ke pipi
setitik demi setitik
aku redho Ya Ilahi
insyaAllah pasti kan bertemu lagi
di sisip rindu yang berdendam
tika ijazah ku genggam
.
waliku,
maafkan anakmu ini
atas permintaan berat
di saat bergelumang tanggungjawab
menunaikan impian menggulung ijazah
.
waliku,
anakmu ini tahu
tanggungjawabmu sudah berakhir
perihalku bukan lagi atas bahumu
namun aku mahu katakan
aku ini seorang anak yang menyayangimu
takkan kulupa jasamu
hingga akhir hayatku...
.
waliku...
ampunkan segala dosa-dosaku
sepanjang aku berada di bawah jagaanmu
jagalah ibuku sebaiknya
sayangi dia yang kesunyian
dia permata hatimu
suri hatimu di akhir hayatmu
sehingga syurga firdausi, insyaAllah
.
di KLIA ini bersaksi
aku dan niatku
akan ku tunai apa yang diminta
apa yang ditanggungjawabkan
ke atas seorang anak perempuan
terima kasih ayah
terima kasih mak
atas segala curahan
.
sayang mak sangat-sangat
sayang ayah sangat-sangat
selamat tinggal mak
selamat tinggal ayah
selamat tinggal Malaysia
selamat tinggal kenangan semalam
selamat tinggal...
.
Moga kita bertemu di syurga
syurga yang tertinggi nanti...
.
3.00 AM - Jumaat 30 Sept 2011
Kuala Lumpur International Airport (KLIA)
Kuwait Airways to Queen Alia Airport, Amman Jordan

Tuesday, September 27, 2011

Dakwah Solat


www.iluvislam.com
Oleh : Syazwani Abd Rahim
Editor: Isyrak


Tersebutlah kisah di sebuah tempat di salah sebuah Negara Arab. Terdapat seorang pemuda yang sangat liat untuk mendirikan solat. Malah dia tidak mendirikan langsung solat lima waktu. Seorang diri pun berat, apatah lagi secara berjamaah. Setiap kali ada ulama yang berkunjung ke tempat mereka, seringkali jugalah penduduk setempat mengadu kepada ulama yang datang bertandang berkenaan sikap pemuda tersebut.



Berkali-kali diberikan nasihat namun sedikitpun tidak memberikan apa-apa kesan kepada anak muda ini. Malah makin menjadi-jadi.

“Awak wajib mendirikan solat lima waktu. Solat merupakan tiang agama kita”, kata salah seorang pendakwah kepada pemuda tersebut.

“Emm..insyaAllah kalau saya rajin saya akan buat ye”, jawab pemuda tersebut secara sinis.

Begitulah seterusnya. Sehinggalah datang seorang ulama daripada al-Azhar al-Syarif bertandang ke tempat mereka. Aduan yang sama diberikan. Setelah mendengar dengan teliti aduan para penduduk. Maka Ulama ini berkenan untuk bertemu dengan pemuda ini.

“Syeikh pun nak tegur saya juga? Nak suruh saya dirikan solat lima waktu?” , sindir pemuda ini bila melihat ulama tersebut datang bertamu ke rumahnya.

Ulama tersebut sambil tersenyum menjawab “Sekadar ingin berkenalan. Tiada langsung niat saya ingin memaksa kamu seperti yang kamu sebutkan”.

Pertemuan pertama berjalan dengan lancar. Langsung tidak disentuh oleh ulama tersebut berkenaan solat. Perkara yang dilaksanakan hanyalah sekadar merapatkan tali silaturrahim. Bincang tentang pekerjaan, tempat tinggal, sara hidup dan lain-lain.

Pemuda tersebut begitu senang dengan perlakuan Syeikh. Tanpa sedar terselit rasa kagum pada seorang tua berjubah tersebut. Tidak seperti yang selalu datang bertemu dengannya. Setiap kali duduk, terus memberikan peringatan dan dalil-dalil tentang haramnya meninggalkan solat.

Akhirnya pemuda ini pula datang berkunjung ke tempat penginapan Syeikh. Maka semakin bertambah mesra pergaulan mereka. Begitulah keadaan seterusnya, Syeikh tetap tidak pernah menyentuh tentang solat. Sehinggalah tiba satu hari, Syeikh memberitahu bahawa beliau akan berangkat pulang ke Mesir. Ini kerana tugas yang diberikan oleh pihak al-Azhar di tempat tersebut telah selesai. Pemuda itu datang bertemu Syeikh. Rasa sedih akan berpisah dengan seorang ulama menyentak-nyentak jiwanya.

Sebelum berpisah, Syeikh memeluk Ahmad seraya berkata dengan lembut “Ahmad, aku ada mendengar suara-suara mengatakan bahawa engkau tidak pernah bersembahyang. Betulkah begitu?” Tersentak Ahmad bila mendengar pertanyaan daripada Syeikh tersebut.

“Memang benar wahai tuan Syeikh. Bukan aku tidak mengetahui bahawa ianya wajib cuma sikap malas yang ada padaku inilah yang menghalang untukku melakukannya”, jawab Ahmad memberikan alasan.

“Baiklah, kalau begitu, bolehkah kamu tunaikan permintaanku sebelum aku berangkat pulang?”

“Permintaan apa itu wahai tuan?”

“Kamu pilih solat mana yang paling ringan untuk kamu dirikan. Satu pun sudah memadai. Boleh?” Tanya Syeikh kepada Ahmad.

Terkejut Ahmad mendengar pertanyaan Syeikh. Belum pernah dia dengar solat boleh dipilih-pilih untuk disempurnakan.

“Bolehkah begitu wahai tuan Syeikh?” Tanya Ahmad penuh keraguan.

“Boleh tapi hanya untuk kamu sahaja”, Jawab Syeikh sambil tersenyum.

“Baik, dulu kamu pernah ceritakan kepadaku bahawa kamu berkerja sebagai petani bukan? Dan kamu juga sering bangun awal pagi untuk ke kebunmu. Bukankah begitu Ahmad?” Tanya Syeikh kepada Ahmad.

“Benar Tuan Syeikh”

"Kalau begitu aku cadangkan kepadamu, alang-alang kamu telah bangun setiap awal pagi, apa kata jika kamu basahkan sedikit sahaja anggota tubuhmu dengan wudhuk dan terus selepas itu dirikan solat subuh dua rakaat. Dua rakaat sahaja, rasanya tidak terlalu berat bukan?” Syeikh memberikan cadangan kepada Ahmad.

Ahmad tanpa banyak bicara terus menerima cadangan Tuan Syeikh. Perasaan serba salah menyelinap jiwanya jika dia menolak permintaan syeikh tersebut yang terlalu rapat dengannya.

“Janji denganku Ahmad yang kamu tidak akan meninggalkan sekali-kali solat subuh ini di dalam hidupmu. InsyaAllah tahun depan aku akan berkunjung lagi ke sini. Aku berharap agar dapat bertemu denganmu di Masjid setiap kali solat subuh tahun hadapan. Boleh ya Ahmad? Syeikh memohon jaminan daripadanya.

“Aku berjanji akan menunaikannya”. Maka dengan senang hati Tuan Syeikh memohon untuk berangkat pulang ke Mesir. Di dalam hatinya, memohon agar Allah memberikan kekuatan kepada Ahmad untuk melaksanakan janjinya.

Tahun berikutnya, setelah Tuan Syeikh sampai di tempat tersebut, beliau benar-benar gembira apabila melihat Ahmad benar-benar menunaikan janjinya. Namun menurut penduduk setempat, Ahmad hanya solat subuh sahaja. Solat yang lain tetap tidak didirikan. Tuan Syeikh tersenyum. Gembira dengan perubahan tersebut.

Suatu pagi setelah selesai menunaikan solat subuh secara berjemaah di Masjid. Syeikh memanggil Ahmad. Seraya bertanya, “Bagaimana dengan janjimu dulu Ahmad. Adakah ada terdapat hari yang engkau tertinggal menunaikan solat subuh?” Ahmad menjawab dengan yakin, “Berkat doamu tuan Syeikh, Alhamdulillah sehari pun aku tidak ketinggalan solat jemaah subuh di masjid ini.”

“Alhamdulillah, bagus sekali kamu. Engkau benar-benar menunaikan janjimu.”

“Mudah sahaja rupanya tunaikan solat ini ya Tuan”.

“Perkara yang kamu lakukan tanpa paksaan pasti akan kamu rasakan mudah sekali. Yang penting jangan rasakan ianya suatu paksaan. Tetapi anggap ianya suatu kegemaranmu. Seperti kamu berkebun. Tiada yang memaksa, tetapi disebabkan minatmu yang mendalam terhadap kerja-kerja itu, maka tanpa disuruh kamu akan melaksanakannya bukan?” Syeikh menerangkan kepada Ahmad.

“Benar apa yang tuan katakan. Perkara yang kita lakukan dengan minat, tanpa dipaksa pun akan kita laksanakan.”

“Ahmad, kamu habis bekerja pukul berapa ya?” Tanya Syeikh kepada Ahmad.

“Ketika azan Zohor aku berhenti untuk makan, kemudian aku sambung kembali kerja sehingga hampir Asar.”

“Pasti kamu bersihkan sedikit dirimu bukan? Membasuh tangan dan kaki untuk duduk menjamah makanan? Benar Ahmad?” Tanya Syeikh meminta kepastian.

“Ya benar Tuan.”

“Kalau begitu, apa pendapatmu jika aku mencadangkan agar engkau lebihkan sedikit basuhanmu itu. Terus niatkan ianya sebagai wudhuk. Selesai makan, terus dirikan solat zohor empat rakaat. Sekadar empar rakaat tidak lama rasanya bukan? Takkan terjejas tanamanmu agaknya?” Kata Syeikh berseloroh kepada Ahmad.

Ahmad tertawa dengan gurauan Tuan Syeikh. “ betul juga apa yang disebutkan oleh tuan. Baiklah mulai hari ini saya akan cuba laksanakannya”.

Jauh disudut hati Syeikh berasa sangat gembira dengan perubahan yang berlaku kepada Ahmad. Setelah selesai kerja Syeikh di tempat tersebut. Beliau berangkat pulang ke Mesir. Beliau berjanji untuk datang semula pada tahun hadapan.

Begitulah keadaannya Ahmad. Setiap tahun Syeikh bertandang, maka setiap kali itulah semakin bertambah bilangan solat yang dilakukan. Kini masuk tahun ke lima Syeikh bertandang ke tempat tersebut.

Ahmad seperti biasa hanya mendirikan solat empat waktu kecuali Isya’. Selesai menunaikan solat Maghrib. Terus beliau berangkat pulang ke rumah.

Suatu hari semasa Tuan Syeikh melihat Ahmad hendak berangkat pulang setelah menunaikan solat Maghrib berjemaah. Terus beliau memanggil Ahmad.

“Bagaimana dengan kebunmu Ahmad? Bertambah maju?” Syeikh memulakan bicara.

“Alhamdulillah, semakin bertambah hasilnya Tuan”

“Baguslah begitu. Aku sentiasa doakan hasilnya semakin bertambah.” Doa Tuan Syeikh kepada Ahmad.

“Ahmad, aku ingin bertanya kepadamu sebelum engkau pulang. Cuba engkau perhatikan dengan baik. Apa lebihnya kami yang berada di dalam masjid ini berbanding kamu? Dan Apa kurangnya kamu berbanding kami yang berada di dalam masjid ini?”

Ahmad tunduk sambil memikirkan jawapan yang patut diberikan.

“Lebihnya kamu semua adalah kerana kamu mendirikan solat Isya’, sedangkan aku tidak menunaikannya”.

“Baiklah, adakah kamu ingin menjadi orang yang lebih baik daripada kami semua?” Tanya Tuan Syeikh menguji.

“Sudah tentu wahai Tuan Syeikh,” jawab Ahmad dengan penuh semangat.

“Kalau begitu dirikanlah solat Isya’. Maka engkau tidak lagi kurang berbanding kami. Malah engkau akan menjadi lebih baik daripada kami” Syeikh memberikan jawapan yang cukup berhikmah kepada Ahmad.

Akhirnya, berkat kesabaran Tuan Syeikh mendidik Ahmad. Beliau berjaya menjadikan Ahmad seorang yang tidak lagi meninggalkan solat.

Lima tahun bukanlah masa yang singkat untuk memberikan dakwah sebegini. Kesabaran dan hikmah yang tinggi sangat-sangat diperlukan demi menyampaikan risalah dakwah.

Berbeza dengan kita sekarang. Sekali kita bercakap, harapan kita biar sepuluh orang berubah dalam sekelip mata. Oleh kerana itulah, bilamana orang menolak dakwah kita, kita mencemuh, mengeji dan mengatakan bahawa semua sudah lari daripada jalan dakwah. Lari daripada jalan kebenaran.

 

Challenge Me!

Promote This Blog

Visitors

...::Lukluk Baidoa::..