Sunday, May 1, 2011

Ummu Ubadah-contoh Isteri taatkan Suami & perintah Allah.

TERLALU BANYAK pelajaran berharga dalam peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW. dari kota Makkah ke Madinah, tetapi episode Ummu Ubadah ini sering dilewatkan bahkan kadang dilupakan.

Setelah berhari-hari meninggalkan kota Makkah, rombongan Rasulullah yang akan berhijrah ke Madinah telah mencapai separuh jarak rentang perjalanan. Abu Bakar ra. menghadap Rasulullah Saw. untuk mengabarkan bahwa logistik serta persediaan makanan telah habis. Rasul Saw. segera memerintahkan Abu Bakar untuk berusaha bahan makanan dan minuman di sekitar daerah itu. Mungkin ada oase atau tanaman yang bisa dimanfaatkan buahnya, atau barangkali ada rumah penduduk di sekitar mereka yang kiranya dapat membantu.

Abu Bakar bergegas melaksanakan titah Rasul, namun tak ada mata air yang ia temui, tak pula ia jumpai tumbuhan yang buahnya dapat dimakan. Yang ia jumpai hanyalah gubug kecil yang dihuni perempuan paruh baya, Ummu Ubadah, demikianlah ia mengenalkan diri kepada Abu Bakar. Orang jujur dan sahabat paling dekat dengan Rasul ini, segera menyambut perkenalan Ummu Ubadah dengan ramah sesuai dengan ajaran Islam. “Kami kafilah dari Makkah sedang menuju Yatsrib (Madinah) dan kami kehabisan persediaan air serta bahan makanan, kami siap membelinya sesuai dengan harga pasaran jika Anda memilikinya”, kata Abu Bakar ra.

Ummu Ubadah menjawab: “Maaf Tuan! Saya tidak memiliki apa yang Tuan butuhkan. Saya hanya memiliki seekor kambing dan sudah tiga hari tidak saya gembalakan, karena suami saya tak ada di rumah, sedang kasab dan ikhtiar makanan.”

Abu Bakar segera melaporkan ihwal itu kepada Baginda Rasulullah Saw. Selaku pemimpin yang amat populis, beliau cepat merespon laporan tersebut dan bergegas menuju rumah Ummu Ubadah. Setelah memberi salam, beliau bertanya: “Apakah benar Anda mempunyai kambing?”

“Benar Tuan”, jawab Ummu Ubadah singkat.

“Bagaimana kalau kambing itu kami beli melebihi harga pasar?”, tanya Rasul.

“Maaf Tuan, kambing itu tidak akan saya jual, berapapun harganya”, Jawab Ummu Ubadah. Kemudian ia menjelaskan, “Dua alasan mengapa saya tak akan menjual kambing ini, Tuan. Pertama, saya mesti mendapat izin dari suami saya untuk dapat menjualnya, sedangkan ia tak ada di rumah. Dan yang kedua, kambing ini bagi saya memiliki nilai historis yang jauh lebih berharga dari apa yang Tuan tawarkan. Kambing ini adalah mahar (mas kawin) ketika kami menikah”.

Rasulullah Saw. yang amat arif memahami kedua alasan tersebut. Akhirnya Rasulullah meminta Ummu Ubadah untuk mengeluarkan kambing itu sekaligus meminta panci untuk menampung air susu kambing itu yang akan Rasul perah. Sang pemilik kambing tidak keberatan dengan permintaan itu, walau agak pesimis untuk mendapatkan air susunya. Pasalnya Ummu Ubadah sudah berulang kali memerah tetapi tak satu tetes pun berhasil ia dapatkan.

بسم الله الرحمن الرحيم ... Hanya itu yang diucapkan oleh Rasul Saw. lalu beliau mulai memerah kambing itu, air susupun mengalir dengan deras. Selanjutnya Rasulullah Saw. membagikan air susu kambing itu dengan adil dan merata. Beliau sendiri mendapatkan bagian yang paling akhir. Kemudian Rasulullah Saw. pun bersabda:

عن أبى بكر رضي الله عنه قال رسول الله صلى الله عليه وسلم خادم الأمة آخرة شربا

Artinya: Pemimpin/pelayan ummat itu dapat jatahnya terakhir.

Cerita Ummu Ubadah dalam sepenggal episode hijrah ini merupakan asbabul wurud hadits di atas. Semoga ada hikmah yang dapat kita ambil.

.

About The Author
Michi, that's my nickname. Im just an ordinary blogger. Searching for Mardhatillah. I'm hoping something. For those who knew me already, they will know what I looking for. Pray for my strenght and my success. I want to fly without wings... And I really what I think... (^_^) LuKLuK BaiDoa
Share This
Subscribe Here

0 comments:

 

Challenge Me!

Promote This Blog

Visitors

...::Lukluk Baidoa::..