Saturday, September 8, 2012

Rintih mutiara

Setelah masa itu berlalu
Si mutiara berhenti malu
Pada pelangi yang pernah diimpi
Pada musang yang jahatnya diketahui

Kerana pelanginya sentiasa fana
Yang tetap kekalnya, Dia
Menerima duka nestapa
Memanggil dengan cahaya cinta

Sungguh merdu suaranya
Terkedu mendengarnya
Tapi kuhanyut muram
Di sisi sepertiga malam

Setelah penat berlantang
tak ke mana lagi diriku
akhirnya pulang ke gagang
dengan kasih seorang ibu

Tertutup tepu dalam memori
Yang akan disisih jauh dari diri
Fatamorgana yang sangat ditakuti
Tak mahu terjadi lagi

Terduduk lagi menyepi
Tersesal lagi tak ditepati
Teruk mutiara difitnahi
Tangis tiada berperi

Mutiara itu nampaknya kelam 
Berubah warnanya hitam
Tersorok ke belakang diam
Bersujud pada Pencipta alam

PILIH JALANMU bunga matahari
Mengembang cahaya yang gemilang
Atau terus sakit menyendiri 
Walaupun jalan luas terbentang

Kopiah tidak melambangkan iman
Tudung tidak memastikan islam
Hati sentiasa menjadi pilihan
Bila agama teruji macam

KEMBALILAH kata Tuhan
Pada sayangNya yang tak bertepian
Walau tiada yang kasihan
Dia tetap setia berhampiran...



~Lukluk Baido' ~ 8 September 2012
About The Author
Michi, that's my nickname. Im just an ordinary blogger. Searching for Mardhatillah. I'm hoping something. For those who knew me already, they will know what I looking for. Pray for my strenght and my success. I want to fly without wings... And I really what I think... (^_^) LuKLuK BaiDoa
Share This
Subscribe Here

0 comments:

 

Challenge Me!

Promote This Blog

Visitors

...::Lukluk Baidoa::..