Tuesday, October 30, 2012

Saya enggan & saya tak mahu


Puisi berlanjutan
Limfa menjerit mengutus kerahan
Minta diterjah segala di pemikiran
NAH! sudah terbukti
saya kan pergi
membawa hati
tiada ruang maaf
untukmu

Siasat itu perlu
Dikaji itu sedang
Kenalpasti itu mesti
Bertahan itu perlahan
Serang itu strategi
Biar itu hancur

Mata kan tertutup
Akhirat menanti
Takkan berganti
Meski diwarisi
Pewaris lembut
Hanya padaku
Maaf dipinta

Tangisan darah
Suara serak
Bengkak mata
Mulut merekah
Tak ada siapa
Kan membantumu
Selain maafku
Dan maaf mereka
Yang kau khianati

Setiap zarah
Setiap zarah
Setiap zarah
akan ditimbang
sepertinya

Tak sekarang
Nanti tiba
waktu sesuai
Allah turunkan
tak padamu
keturunanmu
menanggung dosamu

Bukan doaku
Tapi AdilNya
Juga Dia Berkuasa
Penentu Azali
Pencipta semesta
Kan membalasnya...

Saya enggan
Saya tak mahu
kembali lalu
lorong itu
Duduk menangis
dihentam seribu
duka semalam

Nyanyian berkumandang
"matilah kau"
"...di dalam hatiku"

Kemudian lagi
"Lepaskanlah"
"Lepaskan semua"
"Tiada makna tuk bersama"

Berputar ligat
Sms bertandang
"Kumbang bukan seekor"

NAH! dia kumbang
masakan diriku mahukan binatang?
sebab itu diriku tak mahu
dan diriku juga enggan

Dari puisi
tersergah kinayah kata
dekorasi pendinding cuma
biar tersentap
kumbang itu binatang
bukan malaikat

Kasar kini
bicara tak henti
sms bertandang lagi
berbeza intonasi
"bersabarlah..."
memberi malu
kerna diamuk marah
dalam diam tunduk lagi
tewas kepada amarah

iman dan saya
terus berselisih jalan
mencari pengertian
dalam kejutan
likuan curam

Lukluk Baido'
30 Oktober 2012

About The Author
Michi, that's my nickname. Im just an ordinary blogger. Searching for Mardhatillah. I'm hoping something. For those who knew me already, they will know what I looking for. Pray for my strenght and my success. I want to fly without wings... And I really what I think... (^_^) LuKLuK BaiDoa
Share This
Subscribe Here

0 comments:

 

Challenge Me!

Promote This Blog

Visitors

...::Lukluk Baidoa::..