Thursday, December 13, 2012

Impian israr part 2

Kutekup wajahku ke bantal, menangis semahuku dan menjerit sekuat hatiku. Yang kutahu suaraku takkan kedengaran ditekup bantal. Dadaku sarat dengan bebanan yang terpikul. Aku jerit lagi... tekanan yang tak terungkap seakan menjerut leherku. Panas dan tak stabil. Mengapa??? Ahhhh??? Tragedi itu menganggu segenap inci fikiranku. Badanku menggeletar tiba2. Tak terdaya melawan perasaan takut yang mencengkam. Kesan yang tertinggal di tanganku masih lagi berdenyut2 walaupun sudah berbulan tragedi itu berlalu. Air mata berderai laju... pipi mulus sudah kemerahan menahan sendu.

Oh mentari, bilakah citra beransur pulang, pada harapan yang semakin menghilang...
oh sang bulan, bilakah bintang kan bersinar lagi, menabur janji yang menghiasi setiap malam...
oh bunga, mengapa semakin menguncup, tiba masanya kau menguntum senyum, mengapa berlagu begitu, suram dan tak bermaya...
Hakikatnya, pelangi tak lama memapar warna warninya....
Seingatku pohon melebarkan redupan memberi peluang tuk aku berteduh.
Tapi malangnya aku mula menyedari yang aku masih begini
Dalam igauan dengan mimpi ngeri semalam....

About The Author
Michi, that's my nickname. Im just an ordinary blogger. Searching for Mardhatillah. I'm hoping something. For those who knew me already, they will know what I looking for. Pray for my strenght and my success. I want to fly without wings... And I really what I think... (^_^) LuKLuK BaiDoa
Share This
Subscribe Here

0 comments:

 

Challenge Me!

Promote This Blog

Visitors

...::Lukluk Baidoa::..